Senin, 09 Januari 2017

Keguguran Berkali-Kali Karena Sindrom APS

Keguguran Berkali-Kali, Apa Sih Sebabnya? - Sindrom Antibodi Antifosfolipid atau APS (Anti Phospholipid Syndrome) umumnya dikenal dengan ACA atau Anti Cardiolipin Antibody. Tidak salah juga, karena orang yang menderita APS hasil tes darah menunjukkan ACA-nya positif. Tubuh orang tersebut menimbulkan reaksi pembentukan antibodi terhadap cardiolipin. Sampai sekarang, penyebab penyakit autoimun ini belum diketahui pasti. Dugaan sementara adalah karena faktor genetik.

Keguguran Berkali-Kali Karena Sindrom APS

Keguguran Berkali-Kali Karena APS

Mengapa seseorang bisa menderita APS? 

Menurut dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Kepala Bagian Fetomaternal RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dinding pembuluh darah terdiri dari lemak yang dinamai fosfolipid. Cardiolipin adalah komponen dari fosfolipid. Bagi mereka yang anti fosfolipid, tubuhnya membentuk anti terhadap fosfolipid pada dinding sel pembuluh darah.

Reaksinya adalah darah akan menjadi kental. Akibatnya, aliran darah menjadi lambat. Suplai nutrisi dan oksigen pun terhambat. Analoginya, kalau kita punya kebun memakai irigasi dan aliran irigasinya lambat, maka tumbuhannya mati. Kalau pun tidak mati, tumbuhannya kecil atau tidak berbuah. 

Begitu juga pada wanita hamil. Bila aliran darahnya lambat karena darah kental, maka janinnya tidak bisa tumbuh dan akhirnya gugur. Untuk periode tertentu, misalnya dari pembuahan sampai usia 3 minggu, mungkin saja janin tumbuh. Tapi pada minggu ke-4 atau ke-5, janin sudah meninggal atau tidak berkemban alias blighted ovum, papar dr. Judi.

Wanita hamil yang punya sindroma APS belum pasti keguguran. Ada juga wanita hamil yang kadar ACA- nya tinggi, ternyata bayinya sehat. Ini karena adaptasi setiap ibu hamil dan janin berbeda. Jika bayinya sehat, berarti daya adaptasi janin terhadap kondisi ACA ibunya baik, sambung dr. Judi.

Keguguran Berkali-Kali Lakukan Terapi Panjang

Sindrom APS ini memiliki gejala-gejala, tapi tidak spesifik. Misalnya cepat lelah, sering sakit kepala, hipertens, atau timbul biru-biru di kulit karena pembuluh darahnya rapuh. wanita hamil yang merasa punya kelainan pada darah dan sistem pembuluh darah sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke hematolog, dokter ahli darah. Bila ACA-positif, berarti ia memang menderita sindrom APS. Tapi bila tidak, mungkin ada faktor-faktor lain, seperti Systemic Lupus Eritrematosus atau lupus, jelas dr. Judi.

Wanita yang didiagnosa menderita sindrom APS dan berencana hamil akan menjalani terapi dengan minum obat pengencer darah, dibawah pengawasan hematolo. Bila kadar ACA-nya sudah ringan,artinya darahnya tidak kental lagi, si wanita tersebut boleh hamil, "Kata dr. Judi"

Bila APS baru diketahui saat hamil, dokter akan meneliti berat ringannya sindroma. Kalau APS-nya ringan, cukup minum obat-obatan pengencer darah yang ringan pula, seperti aspilet dan aspirin. Bila berat, dia akan diberi suntikan obat Heparin. Karena harus menyuntik setiap hari, pasien akan diajarkan untuk menyuntik sendiri. Suntikan itu dilakukan setiap hari sampai persalinan dan dilanjutkan 5 hari setelah persalinan, selanjut dr. Judi.

Selain tetap memantau kesehatan janin ke dokter kandungan dan kondisi APS-nya ke dokter ahli darah dengan obat-obatan, pasien juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan makanan yang kaya zat-zat anti-oksidan, yaitu makanan yang mengandung vitamin E dan vitamin C, misalnya aneka sayuran atau buah.

Persalinan kelak, bisa dilakukan normal sepanjang bayinya seat. Persalinan melalui operasi hanya akan dilakukan karena alasan medis, bukan APS, seperti letak plasenta di bawah. Kalau persalinan dilakukan melalui operasi, konsumsi obat-obatan pengencer darah harus dihentikan 24 jam sebelumnya

Minggu, 08 Januari 2017

Proses Terjadinya Kehamilan

Proses Terjadinya Kehamilan - Kehamilan merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh setiap pasangan yang sudah menikah menikah. Dan bagaimana proses terjadinya kehamilan? Pada tulisan ini, akan membahas proses terjadinya kehamilan. 

Proses Terjadinya Kehamilan

Sebelum kita membahasnya, kita harus dulu apa itu kehamilan. Kehamilan adalah masa yang dimulai dari pembuahan sel telur oleh sel sperma sampai dengan lahirnya janin. Dan bagaimana kehamilan dapat terjadi? Simak tulisan proses terjadinya kehamilan supaya kamu bisa lebih tahu bagaimana sih proses terjadinya kehamilan.

Proses Terjadinya Kehamilan

Seorang wanita disebut hamil apabila sel telur berhasil bertemu dengan sel sperma dan mengalami pembuahan. Pembuahan itu sendiri berlangsung setelah terjadinya hubungan intim antara lelaki dan perempuan. Pembuahan hanya terjadi saat wanita sedang dalam masa subur. Sehingga tidak semua hubungan intim akan menghasilkan pembuahan. Pada masa subur, seorang wanita akan melepaskan sel telur yang sudah matang dan siap untuk dibuahi oleh sperma.

Proses Terjadinya Kehamilan Fase I

Sel telur yang sudah matang akan dilepaskan oleh ovarium (tempat produksi sel telur) dan bergerak menuju bagian yang dinamakan tuba falopii. Sel telur akan tinggal disana selama kurang lebih antara 12 sampai dengan 24 jam, untuk dibuahi oleh sperma. 

Apabila saat itu terjadi hubungan seksual maka sel sperma akan masuk ke saluran yang digunakan untuk reproduksi oleh wanita. Seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan 3 cc air mani, dan setiap 1 cc yang normal mengandung sekitar 100 jt -120 jt sel sperma. Dia akan bertahan selama kurang lebih 72 jam di saluran reproduksi wanita.

Setelah air mani masuk ke saluran reproduksi wanita, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang berada di saluran tuba falopii. Hanya ada 1 sel sperma saja yang mampu membuahi sel telur. Karena setelah sel telur ditembus oleh 1 sel sperma maka ia akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Sehingga sel sperma yang lain tidak dapat menembusnya kembali. Gen dan jenis kelamin calon bayi akan ditentukan saat proses pembuahan.

Apabila sperma yang membuahi berkromosom Y, maka hasil pembuahan tersebut akan melahirkan seorang anak laki-laki. Apabila sperma yang membuahi merupakan kromosom X, maka hasil pembuahan tersebut akan melahirkan anak perempuan. Lama hidup kromosom Y hanya 1 hari, sedangkan kromosom X bisa bertahan hingga 2-3 hari.

Proses Terjadinya Kehamilan Fase II

Telur yang telah dibuahi (zigot) oleh sperma akan tetap berada di tuba falopii selama sekitar 3 sampai 4 hari. Namun dalam waktu 24 jam setelah pembuahan, zigot membelah diri menjadi embrio. Embrio akan bergerak dari tuba ke rahim calon ibu. Ketika embrio sampai di rahim, ia akan menempel dan tertanam dalam dinding rahim yang sudah menebal dan inilah yang disebut dengan fase implantasi atau penanaman.
Dalam minggu pertama. 

Hormon yang disebut Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dapat ditemukan di dalam darah. Hormon ini dibentuk oleh sel-sel yang akan menjadi plasenta (ari-ari). Hormon inilah yang akan dideteksi oleh tes kehamilan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Tes Kehamilan?

Setelah sebelumnya sudah membahas proses terjadinya kehamilan, sekarang saatnya membahasa kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan. Karena tahap ini seringkali membuat para calon ibu galau karena tidak mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan.

hCG atau Human  Chorionic Gonadotraphin merupakan hormon kehamilan yang berada dalam darah dan dapat terdeteksi melalui urine. Hormon ini dibentuk oleh sel-sel pembentuk ari-ari /plasenta, bukan pada saat pembuahan. Sehingga dibutuhkan waktu 3-4 minggu dari hari pertama haid terakhir.

Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT): Hari pertama keluarnya menstruasi, pada menstruasi yang terakhir.

Sabtu, 07 Januari 2017

Tanda dan Gejala Kehamilan

Tanda dan Gejala Kehamilan - Kehamilan merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri pada umumnya. Terlebih lagi jika pasangan suami istri yang yang telah lama menikah. Namun belum juga diberikan keturunan. Sebelum membaca tanda dan gejala kehamilan, ada baiknya untuk membaca proses terjadinya kehamilan terlebih dahulu untuk menambah wawasan tentang kehamilan.

Tanda dan Gejala Kehamilan

Tanda dan Gejala Kehamilan

Namun ada kalanya, pasangan suami istri belum mengetahui secara betul tanda-tanda kehamilan ini. Terkadang kehamilan dilihat hanya dari satu tanda saja. Padahal ada banyak tanda lain yang harus diketauhi juga.Sebelum ibu memvonis diri sendiri hamil atau tidaknya sebaiknya tanda gejala kehamilan harus dikenali dan dipahami.

Tanda dan Gejala Kehamilan Mungkin Hamil

Kebanyakan tanda-tanda ini muncul ketika awal kehamilan, namun ada juga yang menetap sampai akhir kehamilan. Walaupun seorang wanita mengalami salah satu tanda, maka belum dapat dipastikan bahwa wanita tersebut hamil. Perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa ibu hamil. Ada beberapa wanita yang tidak mengalami tanda-tanda ini ketika hamil. Efek kehamilan pada setiap individu berbeda-beda.

Wanita terlambat datang bulan
Mual dan muntah, mual muntah yang biasanya terjadi pada pagi hari disebut morning sickness. Hal ini terjadi karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron sehingga pengeluaran asam lambung pun berlebihan. Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron.
Perasaan adanya gerakan janin
Sering kencing, karena rahim yang semakin membesar dapat menekan kandung kencing.
Kesulitan buang air besar, hal ini karena pengaruh hormon progesteron yang menghambat aktivitas (peristaltik) usus dan karena perubahan pola makan.
Pertambahan berat badan ibu
Cepat lelah
Mengidam
Pingsan, adanya gangguan sirkulasi darah ke daerah kepala
Warna kulit pada wajah, perut, sekitar puting susu dan alat kelamin yang berubah semakin gelap.
Nyeri punggung, karena punggung terdorong oleh bagian janin yang semakin bertambah.
Varises

Tanda dan Gejala Kehamilan Tidak Pasti Hamil

Jika tanda tidak pasti hamil ini muncul, sedikit banyak kita sudah dapat yakin bahwa ibu hamil. Namun ada kalanya tanda ini bisa mengarah pada hal yang lain diluar kehamilan. Perut membesar, seseorang yang perutnya membesar tidak hanya diarahakan pada kehamilan, bisa saja orang tersebut mengalami asites (penumpukan cairan dalam rongga perut).

Reaksi kehamilan positif, walaupun dalam pemeriksaan kencing maupun darah menunjukkan positif hamil, hal ini bisa saja mengarah pada kehamilan anggur (kehamilan abnormal berupa tumor jinak, tanda awal mirip kehamilan normal, namun pergerakan janin tidak terasa).

Adanya tanda chadwicks, tanda goodell, tanda hegar, tanda piscaseck, teraba ballotement, kontraksi braxton hicks, ini sebagai tambahan pengetahuan saja, tanda-tanda ini hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter).

Tanda dan Gejala Kehamilan Tanda Pasti Hamil

Jika tanda ini muncul pada seorang ibu, maka sudah dapat dipastikan bahwa ibu tersebut hamil.

Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta ditemukan bagian-bagian janin. Terdengar detak jantung janin, bisa dilakukan dengan alat funandoskop, dopller maupun USG
Pada pemeriksaan rongent, terlihat tulang-tulang janin. 

Namun pemeriksaan ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil, karena dapat memberikan efek kurang baik pada janin yang dikandung.

Apakah pasangan anda sudah merasakan tanda dan gejala kehamilan? Apabila sudah, untuk menambah wawasan coba baca proses terjadinya kehamilan pada seorang wanita. Semoga tulisan tentang tanda dan gejala kehamilan ini dapat membantu anda mengetahui apakah istri anda sedang hamil. Semoga bermanfaat…

Info Masalah Kehamilan: Perhiasan Emas Untuk Bayi, Amankah?